Real Madrid mulai membuka lembaran baru setelah keputusan besar melepas Xabi Alonso dari kursi pelatih. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di FOOTBALL REVIEW.

Pergantian ini bukan hanya soal taktik dan hasil pertandingan, tetapi juga berdampak langsung pada situasi internal tim. Salah satu nama yang paling merasakan efeknya adalah Vinicius Junior. Sepanjang musim, hubungan Vinicius dengan Alonso disebut tidak berjalan mulus.
Beberapa keputusan teknis membuat sang winger Brasil merasa tidak nyaman, hingga akhirnya memilih menunda pembicaraan kontrak. Kondisi ini memunculkan banyak spekulasi mengenai masa depannya di Santiago Bernabeu.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Dengan kepergian Alonso, suasana ruang ganti perlahan membaik. Manajemen Real Madrid kini merasa lebih percaya diri untuk kembali duduk bersama Vinicius dan membicarakan masa depan jangka panjang, tanpa adanya hambatan dari sosok pelatih sebelumnya.
Ketertarikan Klub Lain dan Godaan Finansial
Kontrak Vinicius Junior masih berlaku hingga 2027, namun Real Madrid tidak ingin mengambil risiko kehilangan aset berharga mereka. Pemain berusia 25 tahun itu sudah masuk radar sejumlah klub besar, terutama dari Liga Pro Saudi yang dikenal berani menawarkan gaji fantastis.
Beberapa laporan menyebut Vinicius menerima tawaran bernilai sangat besar dalam kontrak jangka panjang. Nilainya bahkan disebut bisa mencapai angka yang sulit diabaikan oleh pemain mana pun. Situasi ini membuat Madrid harus bergerak cepat agar tidak kehilangan salah satu bintang utama mereka.
Meski demikian, Vinicius disebut masih memprioritaskan karier di Eropa. Bermain di level tertinggi, bersaing di Liga Champions, dan mengejar prestasi individu menjadi faktor penting yang membuatnya belum tergoda sepenuhnya oleh tawaran finansial semata.
Baca Juga: Debut Arbeloa di Madrid Berujung Kekalahan Menyakitkan
Perbedaan Nilai Kontrak Masih Jadi Tantangan

Meski pembicaraan kontrak kembali dibuka, proses negosiasi tidak sepenuhnya berjalan mulus. Real Madrid dikabarkan telah menyiapkan tawaran dengan nilai gaji sekitar 20 juta euro per musim. Angka tersebut menjadikan Vinicius salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di klub.
Namun, kubu Vinicius menilai nilai tersebut belum mencerminkan kontribusinya di lapangan. Sang pemain disebut menginginkan tambahan bonus signifikan sebagai bentuk penghargaan atas perannya dalam kesuksesan tim beberapa musim terakhir. Inilah yang membuat kesepakatan belum tercapai.
Madrid sendiri masih optimistis solusi bisa ditemukan. Skema bonus berbasis performa seperti yang diterapkan pada pemain bintang lain diyakini dapat menjembatani perbedaan, tanpa merusak struktur gaji klub secara keseluruhan.
Harapan Baru untuk Vinicius dan Real Madrid
Berakhirnya era Alonso membuka peluang bagi Vinicius untuk kembali fokus pada performa. Tanpa tekanan di luar lapangan, Real berharap sang pemain bisa menemukan kembali ketajamannya yang sempat menurun musim ini.
Pelatih baru yang akan datang diyakini akan menjadikan Vinicius sebagai bagian utama proyek jangka panjang. Kecepatan, kreativitas, dan keberaniannya dalam menyerang masih menjadi senjata penting bagi Los Blancos.
Jika negosiasi kontrak berjalan lancar, Real Madrid bukan hanya mengamankan masa depan Vinicius, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa klub tetap berkomitmen membangun tim di sekitar pemain-pemain kunci. Babak baru pun siap dimulai di Bernabeu. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballreview.net
