Tottenham Hotspur sedang berada dalam situasi sulit di musim ini. Setelah paruh pertama musim yang mengecewakan, klub London Utara itu terdampar di peringkat ke-16 Premier League dan hanya unggul lima poin dari zona degradasi. Kondisi ini memaksa manajemen memecat Thomas Frank dan menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih interim baru.

Awalnya, Spurs berharap musim domestik berjalan lebih baik setelah sempat mencicipi kesuksesan di kompetisi Eropa pada era sebelumnya. Namun performa yang tidak stabil membuat mereka terus kehilangan poin penting. Kemenangan terakhir di liga terjadi pada akhir Januari saat menghadapi Crystal Palace, dan setelah itu grafik performa menurun drastis.
Kekalahan dari Newcastle United menjadi titik akhir bagi Frank. Manajemen kemudian memilih Tudor yang dikenal sebagai pelatih “pemadam kebakaran”, sosok yang kerap datang di tengah krisis untuk membalikkan keadaan tim yang terpuruk. Tantangan berat pun langsung menantinya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Cedera Menumpuk dan Situasi Darurat
Masalah Tottenham tidak hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga badai cedera. Sejumlah pemain penting seperti James Maddison dan Dejan Kulusevski bahkan belum tampil musim ini. Nama-nama lain seperti Wilson Odobert, Rodrigo Bentancur, Destiny Udogie, hingga Richarlison juga belum tersedia.
Selain itu, Cristian Romero masih harus menjalani sisa hukuman larangan bermain domestik. Dengan daftar cedera panjang tersebut, Tudor praktis harus menyusun strategi dengan opsi pemain yang terbatas. Situasi ini ia sebut sebagai “situasi darurat” yang membutuhkan solusi cepat dan tepat.
Meski begitu, Tudor tetap optimis. Ia menegaskan bahwa skuad Spurs memiliki kualitas luar biasa. Menurutnya, meski waktu persiapan singkat dan komposisi pemain belum ideal, Tottenham tetap memiliki fondasi yang cukup untuk bangkit dan menjauh dari zona merah.
Baca Juga: Rumor Transfer: Arsenal Mengincar Leon Goretzka dari Bayern Munich
Tudor Percaya Diri dan Tak Takut Degradasi

Dalam konferensi pers jelang derby London Utara melawan Arsenal, Tudor menyatakan keyakinannya secara tegas. Ketika ditanya apakah Spurs akan tetap bermain di Premier League musim depan, ia menjawab singkat namun penuh percaya diri, “100 persen.”
Tudor menekankan bahwa fokus utamanya bukan melihat klasemen, melainkan memperbaiki proses permainan. Ia percaya jika performa tim meningkat, hasil positif akan mengikuti. Baginya, memperbaiki mentalitas dan kepercayaan diri pemain lebih penting dibanding memikirkan posisi sementara di tabel liga.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Tudor ingin membangun stabilitas dari dalam tim. Ia yakin dengan kerja keras dan penyesuaian taktik yang tepat, Tottenham bisa keluar dari tekanan dan kembali bersaing secara kompetitif.
Awal Berat dan Jadwal Menantang
Debut Tudor langsung diwarnai laga besar melawan Arsenal dalam derby London Utara. Arsenal saat ini berada di papan atas klasemen, sehingga pertandingan tersebut menjadi ujian nyata bagi pelatih asal Kroasia itu. Meski berat, laga ini juga bisa menjadi momentum kebangkitan Spurs jika mampu meraih hasil positif.
Setelah derby, Tottenham masih harus menghadapi Fulham, Crystal Palace, Liverpool, dan Nottingham Forest sepanjang Maret. Di sisi lain, mereka juga menanti lawan di babak 16 besar Liga Champions, dengan potensi menghadapi tim-tim kuat seperti Juventus atau Atletico Madrid.
Situasi ini membuat Tudor harus bergerak cepat. Dengan jadwal padat dan tekanan tinggi, keberhasilannya menjaga Spurs tetap di Premier League akan menjadi pembuktian reputasinya sebagai pelatih spesialis penyelamat tim. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballreview.net.
