Jude Bellingham Tak Ambil Pusing Kritik Gol di Real Madrid

Bagikan

Musim pertama Jude Bellingham di Real Madrid terasa seperti dongeng indah. Ia datang sebagai gelandang muda, namun langsung menjelma menjadi sumber gol utama tim. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di FOOTBALL REVIEW.

Jude Bellingham Tak Ambil Pusing Kritik Gol di Real Madrid

Dengan posisi lebih dekat ke kotak penalti, Bellingham sukses mencetak 23 gol di semua kompetisi dan menjadi pahlawan dalam banyak laga penting. Peran itu muncul karena kondisi skuad saat itu. Kepergian Karim Benzema meninggalkan lubang besar di lini depan, dan Bellingham secara alami mengisinya.

Ia sering muncul dari lini kedua, mengejutkan pertahanan lawan, dan menyelesaikan peluang dengan tenang. Namun, kejayaan tersebut bukan berarti peran itu bersifat permanen. Bellingham menyadari bahwa sepak bola adalah tentang kebutuhan tim, bukan sekadar statistik individu. Perubahan pun menjadi sesuatu yang tak terhindarkan.

Kedatangan Mbappe Mengubah Segalanya

Masuknya Kylian Mbappe ke Real Madrid membawa konsekuensi besar dalam struktur permainan. Striker asal Prancis itu dikenal sebagai jaminan gol, dan kehadirannya membuat fokus serangan tim beralih secara alami ke lini depan.

Dampaknya, Bellingham harus bermain lebih dalam. Ia tidak lagi menjadi target utama di kotak penalti, melainkan penghubung antarlini yang mengatur tempo dan distribusi bola. Penurunan jumlah gol pun tak terelakkan dan memunculkan kritik dari media.

Namun, Bellingham menanggapi kritik itu dengan santai. Baginya, mencetak gol adalah tugas utama Mbappe. Ia menegaskan bahwa peran barunya justru membuat permainan tim lebih seimbang dan efektif secara keseluruhan.

Baca Juga: Kontroversi VAR Bayangi Kekalahan West Ham, Nuno Espirito Santo Angkat Suara

Gol Bukan Segalanya Menurut Bellingham

Jude Bellingham Tak Ambil Pusing Kritik Gol di Real Madrid

Bellingham menolak anggapan bahwa kontribusi pemain hanya diukur dari jumlah gol. Meski kini mencetak lebih sedikit gol, ia merasa pengaruhnya dalam permainan justru semakin besar. Ia lebih sering terlibat dalam build-up, pressing, dan transisi permainan. Ia juga menegaskan bahwa mencetak 15 gol dari posisi yang lebih dalam tetaplah pencapaian yang baik.

Musim ini, meski jumlah golnya menurun, ia merasa lebih matang sebagai pemain dan lebih memahami kebutuhan tim. Bagi Bellingham, kesuksesan tim jauh lebih penting daripada trofi individu. Selama Real Madrid menang dan bermain baik, ia siap mengorbankan sorotan demi keseimbangan tim.

Pembelaan untuk Vinicius dan Tekanan di Madrid

Selain membela dirinya sendiri, Bellingham juga angkat suara untuk Vinicius Junior. Winger asal Brasil itu tengah mengalami periode sulit, baik dari segi performa maupun hubungannya dengan pelatih Xabi Alonso.

Menurut Bellingham, Vinicius tetap pemain yang berbahaya. Pergerakan dan kreativitasnya kerap mengacaukan pertahanan lawan, meski belum selalu berujung gol. Kontribusi semacam ini sering kali tidak terlihat di statistik.

Bellingham yakin Vinicius akan bangkit. Ia menegaskan bahwa tekanan besar di Real Madrid adalah hal wajar, dan pemain hebat akan selalu menemukan jalan untuk kembali bersinar. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballreview.net