Macclesfield menorehkan salah satu cerita paling mengejutkan dalam sejarah FA Cup setelah menyingkirkan juara bertahan Crystal Palace pada babak ketiga. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di FOOTBALL REVIEW.

Bermain di kandang sendiri, Moss Rose, tim Non-Liga itu menang 2-1 dalam laga yang penuh determinasi dan keberanian. Kemenangan ini langsung menjadi sorotan karena perbedaan kasta kedua tim yang sangat jauh.
Perbedaan level tersebut terlihat jelas di atas kertas, namun tidak sepenuhnya tercermin di lapangan. Macclesfield tampil tanpa rasa takut sejak menit awal dan mampu mengimbangi permainan Palace yang lebih diunggulkan. Dukungan penuh dari suporter tuan rumah turut membakar semangat para pemain untuk tampil maksimal.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Hasil ini mencatatkan rekor baru dalam FA Cup sebagai kemenangan dengan jarak kasta liga terbesar, yakni 117 posisi. Fakta tersebut semakin menegaskan reputasi FA Cup sebagai kompetisi penuh kejutan, tempat tim kecil bisa bermimpi besar dan mewujudkannya.
Strategi Efektif Tim Non-Liga
Sejak awal laga, Macclesfield memilih bermain disiplin dengan organisasi pertahanan yang rapi. Mereka tidak terburu-buru menyerang, tetapi menunggu momen yang tepat untuk memanfaatkan celah di lini belakang Crystal Palace. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meredam dominasi penguasaan bola tim tamu.
Gol pembuka Macclesfield lahir menjelang turun minum melalui sundulan Paul Dawson. Gol tersebut berasal dari situasi bola mati yang dieksekusi dengan sempurna, menunjukkan betapa matang persiapan Macclesfield menghadapi laga ini. Keunggulan itu semakin meningkatkan kepercayaan diri tim tuan rumah.
Pada babak kedua, Macclesfield tetap setia dengan rencana permainan mereka. Ketika Palace mulai menekan lebih agresif, Macclesfield justru mampu menggandakan keunggulan lewat Isaac Buckley-Ricketts. Gol tersebut menjadi bukti efektivitas serangan balik cepat yang dijalankan dengan presisi.
Baca Juga: Xavi Mengintip Kursi Panas Man United Namun Realita Masih Berbeda
Crystal Palace Kehilangan Sentuhan Terbaik

Crystal Palace tampil di bawah performa terbaik mereka sepanjang pertandingan. Meski menguasai bola lebih banyak, tim asuhan Oliver Glasner kesulitan menciptakan peluang bersih. Minimnya kreativitas di lini depan membuat serangan Palace mudah dipatahkan oleh pertahanan Macclesfield.
Upaya Palace baru membuahkan hasil di menit-menit akhir melalui gol Yeremy Pino. Gol tersebut sempat memberi harapan, namun waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan Palace tidak mampu menembus pertahanan solid tuan rumah.
Oliver Glasner mengakui timnya pantas kalah dalam laga ini. Ia menilai para pemain gagal menunjukkan kualitas individu maupun kolektif, terutama dalam duel-duel krusial dan situasi bola mati. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Palace sebagai juara bertahan FA Cup.
Makna Kemenangan bagi Macclesfield
Bagi Macclesfield, kemenangan ini lebih dari sekadar tiket ke babak berikutnya. Hasil tersebut menjadi simbol bahwa kerja keras, disiplin, dan keyakinan mampu mengalahkan perbedaan kualitas di atas kertas. Para pemain menunjukkan bahwa status Non-Liga bukan penghalang untuk bersaing di panggung besar.
Keberhasilan ini juga memberikan dampak besar bagi klub secara moral dan finansial. Sorotan media, antusiasme suporter, serta potensi pendapatan tambahan dari FA Cup menjadi modal berharga bagi perkembangan Macclesfield ke depan.
FA Cup kembali membuktikan keistimewaannya lewat kisah Macclesfield. Dongeng ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi, dan mimpi tim kecil selalu punya tempat untuk menjadi kenyataan. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballreview.net
